Apa Itu Cuci Darah?

Cuci darah

Hemodialisis atau cuci darah adalah sebuah prosedur untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah tidak bisa bekerja secara baik akibat terjadinya kerusakan pada ginjal tersebut. Prosedur hemodialisis dapat membantu mengontrol tekanan darah dan menyeimbangkan kadar mineral dalam darah, seperti kalsium dan kalium.

Prosedur hemodialisis atau cuci darah untuk gagal ginjal dilakukan saat ginjal tidak lagi berfungsi dengan baik dan sudah tidak dapat bekerja seperti pada umumnya untuk menyaring racun dan zat sisa metabolisme dari dalam tubuh seseorang. Prosedur tersebut dikenal juga dengan sebutan dialisis yang dilakukan dengan bantuan mesin khusus untuk prosesnya.

Penyebab seseorang melakukan cuci darah

Tubuh manusia pada dasarnya mampu mencuci darah secara otomatis dengan bantuan ginjal, akan tetapi bila terjadi masalah pada ginjal, ginjal akan kehilangan fungsinya dan tubuh mengalami perubahan yang sangat besar. Ginjal adalah organ tubuh yang punya peranan vital dalam menyaring berbagai zat yang ada dalam darah.

Organ ginjal bertanggung jawab untuk penyaringan darah dalam tubuh. Selain membersihkan darah dalam tubuh, ginjal juga bekerja dengan membentuk zat-zat yang menjaga tubuh agar tetap sehat. Namun ada beberapa penyakit atau faktor yang dapat membuat ginjal tidak dapat berfungsi dengan normal, penyakit itu seperti:

  • Diabetes
  • Hipertensi
  • Peradangan pada ginjal
  • Peradangan pada pembuluh darah (vaskulitis)
  • Penyakit ginjal polikistik

Kondisi-kondisi seperti diatas yang dapat membuat tubuh membutuhkan proses cuci darah atau hemodialisis menggunakan bantuan alat medis. Dalam kondisi ini, perawatan hemodialisis menggantikan peran dan fungsi ginjal ketika organ tersebut sudah tidak dapat bekerja secara normal.

Efek samping melakukan cuci darah

Dalam proses cuci darah, proses tersebut tidak dapat menyebabkan penderita gagal ginjal merasa kesakitan atau tidak nyaman. Pada beberapa kasus proses cuci darah bisa menimbulkan beberapa efek samping seperti mengalami, mual, muntah, sakit kepala, kram, tekanan darah menurun, mudah lelah, dan kulit menjadi gatal dan kering.

Jika seseorang yang melakukan tindakan cuci darah mengalami beberapa gejala di atas, beri tahu gejala tersebut kepada dokter yang menangani. Selain itu, beberapa orang ditemukan dengan kasus yang berbeda, seperti mengalami efek cuci darah jangka panjang, yakni amiloidosis. Penyakit ini terjadi ketika protein amiloid yang diproduksi di sumsum tulang menumpuk di organ seperti jantung, hati dan ginjal. Kondisi ini dapat membuat pasien cuci darah mengalami badan kaku, nyeri sendi dan bengkak pada persendian.

Sumber:

nhs.uk/conditions/dialysis/

mountsinai.org/health-library/special-topic/dialysis-hemodialysis

medicinenet.com/dialysis/article.htm