Jantung Koroner Penyebab dan Gejala Yang Sering Ditemukan

Penyakit jantung koroner adalah kondisi Ketika saluran pembuluh darah yang memompa darah dan oksigen ke jantung terjadi sumbatan oleh timbunan lemak. Pada penyakit jantung koroner sering muncul keluhan berupa nyeri dada, sesak napas dan gejala serangan jantung.

Ada Banyak Gejala Penyakit Jantung Koroner

Pencegahan penyakit jantung koroner dapat melalui pola hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga secara teratur. Selain itu, Anda perlu memeriksakan kesehatan secara teratur ke dokter, terutama jika Anda berisiko terkena penyakit jantung koroner.

Diagnosa Penyakit Jantung Koroner

Apabila dokter merasa seseorang beresiko terkena penyakit jantung coroner, dokter biasanya menganjurkan untuk melakukan beberapa tes yang menyatakan seseorang beresiko penyakit jantung coroner.

Tahap awal, dokter akan menanyakan Riwayat Kesehatan anda dan keluarga serta gaya hidup yang selama ini dijalani dan mereka akan melakukan tes darah.

Jika ternyata seseorang memiliki penyakit jantung koroner, dokter akan melakukan tes lanjutan untuk menemukan penyebabnya.

Tes yang akan dilakukan sebagai berikut:

  • tes treadmill
  • pemindaian radionuklida
  • CT scan & MRI
  • angiografi koroner

Gaya Hidup Sehat

Kami makan makanan yang rendah lemak atau bebas lemak mungkin. Pilih susu, keju, mentega, atau makanan lain yang rendah lemak. Menggoreng dengan minyak zaitun memiliki kandungan lemak yang sangat sedikit, sehingga bisa menjadi pilihan saat Anda harus mengolah makanan dengan cara digoreng.

Karbon monoksida dapat menyebabkan hipoksia pada jaringan arteri, dan nikotin dapat menyebabkan mobilisasi katekolamin, yang dapat meningkatkan respon trombosit dan menyebabkan kerusakan pada dinding arteri. Pada saat yang sama, glikoprotein tembakau dapat menyebabkan reaksi hipersensitivitas pada dinding arteri.

Penyakit Jantung Koroner Adalah Kondisi Umum

Jika Anda memiliki penyakit jantung koroner, gejala yang akan Anda rasakan antara lain nyeri dada atau nyeri, yang kebanyakan orang anggap hanya gangguan pencernaan. Kemudian gejala lainnya adalah rasa tertekan di bagian tengah dada selama 30 detik hingga 5 menit. Hal lainnya adalah keringat dingin, jantung berdebar-debar, pusing dan rasa ingin pingsan. Pasien tidak selalu merasakan gejala ini. Tanda peringatan lainnya adalah sesak napas saat berolahraga.

Namun, orang-orang keturunan Afrika dan penduduk Asia Tenggara, termasuk Indonesia, memiliki risiko penyakit jantung koroner paling tinggi. Setidaknya, 5-9% orang dewasa berusia 20 tahun ke atas memiliki penyakit jantung koroner.

Sahabat HCI, selain mengikuti pola hidup dan makan sehat yang baik untuk jantung kita dianjurkan juga melakukan aktifitas fisik yang cukup untuk usaha pencegahan penyakit jantung.

Bila sahabat HCI membutuhkan layanan  perawat lansia, perawat home care, perawat caregiver,  fisioterapi, terapis okupasi, dan terapis wicara berpengalaman dan profesional, bisa membuka website homecareindonesia.co.id atau menghubungi kami via WA atau telp di 0817-882-273.

Jangan lupa juga untuk follow akun sosial media HomeCare Indonesia ya. Salam sehat dari HomeCare Indonesia!

Sumber:

https://www.nhs.uk/conditions/coronary-heart-disease
https://www.alodokter.com/penyakit-jantung-koroner