Mengenal Lebih Jauh Tentang Diabetes

Apa yang dimaksud dengan penyakit diabetes

Diabetes didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme yang bersifat kronis dengan adanya peningkatan kadar gula dalam darah. Secara umum, penyakit diabetes bisa jadi karena faktor genetik atau sering juga terjadi akibat gaya hidup tidak sehat yang menyebabkan kadar gula dalam darah meningkat hingga di atas ambang batas normal.

Jenis-jenis diabetes

Umumnya diabetes dibedakan menjadi 2, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa jenis tipe diabetes lainnya, berikut penjelasan masing-masing jenis diabetes :

Diabetes tipe 1 :

Diabetes tipe 1 terjadi akibat adanya gangguan yang disebut autoimun, di mana antibodi yang seharusnya melindungi tubuh terhadap infeksi justru menyerang sel tubuh sendiri. Dalam hal ini, yang diserang oleh antibodi adalah sel beta yang terdapat di dalam pankreas, tempat insulin dibuat. Padahal salah satu fungsi insulin adalah menjaga gula darah tetap normal.

Diabetes tipe 2 :

Pada diabetes tipe 2, tubuh masih bisa memproduksi insulin, tapi ternyata sel-sel tubuh tidak merespons terhadap insulin tersebut. Hal ini menyebabkan glukosa menumpuk dalam darah. Pada diabetes tipe 2, gaya hidup yang tidak sehat, tidak memperhatikan pola makan, kurangnya olah raga merupakan faktor pemicu paling besar penyebab diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 3 :

Hasil penelitian beberapa tahun ini menemukan diabetes tipe 3 ada kaitan eratnya dengan otak. Kurangnya insulin dalam otak menyebabkan kerja otak kurang maksimal dan memperlambat regenerasi sel otak, hal ini memicu timbulnya penyakit Alzheimer. Walapun pada kenyataannya Alzheimer bisa juga terjadi tanpa diikuti dengan diabetes, namun keduanya sama-sama dipicu factor yang hampir serupa. Oleh karena itu, perlu penelitian lebih lanjut mengenai diabetes tipe 3.

Diabetes Gestasional

Diabetes ini biasanya terjadi pada ibu hami, walaupun sebelumnya tidak pernah ada Riwayat diabetes. Menurut American Pregnancy Association, diabetes ini dikarenakan plasenta ibu hamil akan terus menghasilkan sebuah hormon khusus yang diduga menghambat insulin dalam tubuh ibu hamil bekerja. Akibatnya gula darah menjadi tidak stabil. Tapi kebanyakan ibu hamil akan yang terkena diabetes gestasional akan sembuh setelah melahirkan.

Gejala awal diabetes

Gejala diabetes tipe 1 bisa dimulai dengan cepat, dalam hitungan minggu. Gejala diabetes tipe 2 biasanya bisa sangat ringan sehingga Anda mungkin tidak menyadarinya. Banyak orang dengan diabetes tipe 2 tidak memiliki gejala sampai mereka memiliki masalah kesehatan terkait diabetes, seperti tekanan darah tinggi atau masalah jantung.

Beberapa ciri-ciri diabetes yang harus diwasapai :

1. Rasa ingin buang air kecil terus menerus

Dalam dunia medis, ciri-ciri diabetes yang ini disebut polyuria. Gula darah dalam tubuh kita akan disaring oleh ginjal dan diserap kembali ke dalam darah. Akan tetapi, karena kadar gula sudah terlalu tinggi sehingga ginjal tidak bisa menyerap semua gula darah. Hal ini yang menyebabkan urine yang terbentuk di dalam ginjal akan mengandung banyak gula.

Selain itu, kadar gula yang tinggi meningkatkan tekanan osmotik urine. Untuk menyeimbangkan konsentrasinya, makan urine menarik lebih banyak air untuk menyeimbangkan konsentrasinya. Hal tersebut menyebabkan volume urine bertambah banyak sehingga pasien diabetesi menjadi sering buang air kecil.

2. Meningkatnya rasa lapar

Rasa lapar yang Sahabat HCI rasakan akibat otot Anda tidak mendapatkan energi yang mereka butuhkan dari makanan. Hal ini disebabkan resistensi insulin tubuh Anda mencegah glukosa diserap oleh otot dan menyediakan energi. Oleh karena itu, otot dan jaringan lain mengirimkan pesan “lapar”, mencoba meminta lebih banyak energi ke dalam tubuh. Dalam dunia medis, gejala diabetes ini disebut polifagia.

3. Kelelahan dan sakit kepala

Gejala yang sering dikeluhkan pasien diabetes adalah gejala sakit kepala, badan terasa lelah dan tidak bertenaga. Hal ini bisa diakibatkan karena kadar gula darah yang terlalu tinggi (hiperglikemia) atau terlalu rendah (hipoglikemia). Selain itu bisa juga karena insulin tidak bekerja dengan efektif atau produksi insulin mengalami gangguan. Alhasil, sel tubuh tidak menerima asupan energi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya secara optimal.

4. Penglihatan kabur

Tingginya glukosa darah pada pasien diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf serta perdarahan pada pembuluh mata. Kondisi ini akan terjadi karena tubuh berusaha menyeimbangkan cairan didalam tubuh dengan mengambil cairan lain, salah satunya dari mata anda, pada akhirnya kerusakan saraf di sekitar mata akan menyebabkan penurunan kemampuan penglihatan secara drastis.

5. Mati rasa atau kesemutan di kaki atau tangan

Dalam istilah medis, diabetes yang mengakibatkan kerusakan saraf ini disebut dengan neuropati perifer (neuropati diabetik). American Academy of Family Physicians, mengatakan jika diperkirakan 30 – 50% orang dengan diabetes mengalami neuropati diabetik. Gejala dapat membaik secara perlahan dapat juga memburuk. Awalnya, gejala menyerang satu sisi tubuh, bila memburuk ke sisi lain.

6. Luka yang tidak kunjung sembuh

Gangguan pada insulin membuat tubuh lebih sulit mengatur kadar glukosa dalam darah. Semakin tinggi kadar glukosa dalam darah, maka akan mengakibatkan sel darah putih yang bertugas untuk memperbaiki jaringan atau syaraf yang luka rusak. Selain itu, diabetes yang tidak terkontrol juga dapat mempengaruhi sirkulasi darah didalam tubuh. Darah bergerak lebih lambat yang membuat

tubuh lebih sulit mengirimkan nutrisi ke luka. Akibatnya, luka sembuh dengan lambat atau mungkin tidak sembuh sama sekali.

7. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

Tubuh kita akan menggunakan glikogen (glukosa) sebagai salah satu sumber energi. Tapi karena adanya gangguan pada insulin, maka tubuh tak mampu memproses perubahan glukosa menjadi energi, oleh karena itu tubuh mulai mengambil sumber lain dari tubuh, yaitu lemak dan protein yang mengakibatkan badan menjadi lebih kurus dari sebelumnya.

Metode tes diabetes yang bisa dilakukan

Jika Sahabat HCI merasa memiliki risiko tinggi diabetes ataupun mengalami gejala tersebut, ada baiknya Sahabat melakukan tes diabetes. Dengan mencoba melakukan tes diabetes, maka Sahabat HCI dapat melakukan pengecekan kadar gula darah dan menetapkan diagnosis, terutama untuk orang yang mengalami gejala diabetes, tetapi belum pernah terdiagnosis. Untuk pasien diabetes, hasil tes ini digunakan untuk memantau kadar gula darah, serta menentukan obat dan dosis yang sesuai dengan kondisi. Tes diabetes terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

1. Tes gula darah sewaktu (GDS).

Fungsi : mengukur gula darah saat itu juga

Hasil : Kadar gula darah 200 mg/dL atau lebih tinggi menunjukkan Anda menderita diabetes.

2. Tes gula darah puasa (GDP).

Fungsi : mengukur gula darah Anda setelah puasa semalaman (tidak makan).

Hasil tes :

a. Kadar gula 99 mg/dL atau kurang : normal

b. Kadar gula 100 – 125 mg/dL : pradiabetes

c. Kadar gula lebih dari 126 mg/dL : diabetes.

3. Tes HbA1c.

Fungsi : mengukur kadar gula darah rata-rata Anda selama 2 atau 3 bulan terakhir.

Hasil tes :

a. Kurang dari 5,7% : normal

b. 5,7% – 6,4% : pradiabetes, dan dengan hasil

c. 6,5% atau lebih tinggi : diabetes.

4. Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO).

Fungsi : mengukur gula darah Anda sebelum dan sesudah Anda minum larutan khusus yang mengandung glukosa. Anda akan berpuasa (tidak makan) semalaman sebelum tes dan darah Anda diambil untuk menentukan kadar gula darah puasa Anda. Kemudian Anda akan minum cairan dan memeriksakan kadar gula darah Anda setelah 2 jam.

Hasil :

a. Dibawah 140mg/dL : normal

b. 140 – 199 mg/dL : prediabetes

c. Diatas 200mg/dL : diabetes

Apa yang harus dilakukan setelah test?

Mendapat diagnosa bahwa Anda menderita pradiabetes atau diabetes mungkin akan mengejutkan. Diabetes memang penyakit jangka panjang dan butuh perhatian khusus. Hingga saat ini, diabetes memang belum ditemukan obatnya, tapi bukan berarti ini akhir dari segalanya. Jika Anda mendapatkan perawatan dan dukungan yang tepat, Sahabat HCI pasti dapat mengatasinya dan tetap bisa menjalani hari dengan aman.

Sahabat HCI mungkin bertanya-tanya tentang apa jenis makanan yang bisa dimakan, bagaimana melakukan aktivitas fisik yang aman, cara memeriksa gula darah, atau obat-obatan yang diperlukan. Tenang saja, Home Care Indonesia bisa membantu Sahabat HCI dari mulai tes awal diabetes, konsultasi dokter hingga menyusun menu diet yang lezat untuk anda.

Bila Anda membutuhkan layanan perawat, perawat home care, perawat caregiver, fisioterapi, terapis okupasi, dan terapis wicara berpengalaman dan profesional, bisa membuka website homecareindonesia.co.id atau menghubungi kami via WA atau telp di 0817-882-273.