Perawatan Terhadap Lansia Penyitas Kanker

Kanker pada lansia

Menurut data yang disampaikan oleh WHO 60% penderita kanker adalah seseorang yang sudah lanjut usia, ternyata pengobatan kanker untuk seorang lansia tidak memiliki banyak pilihan. Hal ini disebabkan oleh penyakit kronis lain yang biasanya dimiliki oleh seorang lansia.

Lantas apa yang harus dipertimbangkan sebelum membuat keputusan untuk menentukan  pengobatan seorang lansia yang terkena kanker?

Adapun yang harus dipertimbangkan yaitu jenis kanker, apakah sudah menyebar, dan seberapa jauh kanker itu menyebar. Jadi, apa saja jenis pengobatan yang bisa dilakukan oleh para lansia tersebut?

Pengobatan kanker untuk lansia berdasarkan jenisnya

Ada beberapa pilihan metode pengobatan yang bisa diterima oleh para lansia yang terkena kanker, antara lain yaitu:

  • Kemoterapi
  • Operasi
  • Terapi radiasi

Sama halnya seperti pengobatan lain pada umumnya, ketiganya mempunyai efek samping terhadap tubuh dan risiko, terlebih jika pengobtan tersebut dilakukan kepada lansia. Hal ini terjadi dikarenakan tubuh mereka yang tidak lagi sama seperti saat mereka usia muda.

Kemoterapi untuk lansia

kemoterapi membutuhkan waktu yang cukup lama unntuk dapat membuat baik kembali fungsi tubuh. Biasanya, pengobatan dengan metode ini berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan lamanya.

Untuk penderita kanker yang masih berusia muda, efek kemoterapi dapat memberikan dampak yang jelas, apalagi untuk seseorang yang masuk usia lansia.

Beberapa efek samping dari kemoterapi, antara lain:

  • Kerusakan pada sistem saraf yang menyebabkan seseorang menjadi cepat lupa dan tubuh mudah lelah.
  • Jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit pada tubuh menurun sehingga meningkatkan seorang lansia terkena risiko pendarahan, anemia dan memar pada anggota tubuh.
  • Gangguan pada fungsi organ tubuh.

Operasi terhadap lansia

Sebelum memilih jenis pengobatan kanker dengan jalan operasi untuk seorang lansia, disarankann untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan seorang dokter. Jika kondisi lansia tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan operasi, mungkin ada pilihan alternatif lain yang lebih aman untuk mengobati kanker seorang lansia. Hal ini dikarenakan ada beberapa efek samping yang nantinya terjadi setelah dilakukannya tindak operasi, adapun efek samping tersebut yaitu:

  • Mengganggu fungsi dan kinerja jantung. Saat seorang lansia yang memiliki masalah jantung melakukan tindakan operasi, hal tersebut dapat membuat tekanan darah tiba-tiba meningkat dan memperburuk keadaan jantung.
  • Beberapa fungsi organ tubuh pada lansia sudah mengalami penurunan fungsi, termasuk organ ginjal. Beberapa obat yang diberikan pasca operasi bisa saja memperberat dan menganggu kinerja ginjal.

Terapi radiasi kepada lansia

Radiasi biasanya dilakukan di luar tubuh pasien dengan meletakkan benda kecil yang berisi radioaktif pada tubuh Anda, dan dekat dengan bagian tubuh yang terkena kanker.

Efek samping yang ditimbulkan dari terapi radiasi ini tergantung jenis, dosis, dan lokasi kanker tersebut.

Dikarenakan lebih besarnya risiko untuk pengobatan kanker lansia maka disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan langkah yang paling tepat. Dengan begitu nantinya bisa memilih jalan yang paling aman dan minim efek samping untuk kondisi seorang lansia.

Sumber :

cancer.net/navigating-cancer-care/older-adults/cancer-care-decisions-older-adults